Kamis, 23 September 2010

MOTEL Ismailiyah 59 F

Udah lebih dari 2 bulan ini rumah ku berubah menjadi sebuah motel kelas melati, berhubung ada seorang tamu dari negeri seberang yang datang. Namanya adalah Putri Ajeng Nan Tinggi Amanat Termasyur ANggun Jelalatan mata kucING, atau lebih gampangnya disingkat menjadi PANTAT ANJING!

Berhubung yang datang ini adalah tamu super agung, maka kita semua yang di rumah musti bagi pekerjaan, seperti :

1. Istri ku yang sedang hamil tua kebagian tugas jadi koki. Masak sarapan pagi, teh hangat ato kopi, makan siang, plus makan malam. Kalau kulkas kehabisan stok sayuran maka istriku yang sedang hamil tua itu wajib ke pasar dengan MIO nya untuk membeli sayur dan cepat-cepat kembali ke rumah untuk memasak disaat si PANTAT ANJING masih terbuai di alam mimpi sembari memeluk gulingnya. Kalau tak sempat memasak, istri ku yang sedang hamil tua ini harus menyempatkan diri ke pasar untuk membeli sarapan. Tugas yang tidak mudah memang. Tapi aku yakin istri ku yang sedang hamil tua ini sanggup melewati semua cobaan ini.

2. Mama ku yang telah berumur setengah abad kebagian tugas jadi satpam dan penasehat. Soalnya si PANTAT ANJING sering pulang pagi. Terpaksa Mamaku yang telah berumumur setengah abad ini harus cepat-cepat tidur kemudian bangun (dini hari) disaat telepon genggamnya berbunyi dan kemudian turun dari lantai 4 tanpa lift ke lantai 1 untuk membukakan pintu buat si PANTAT ANJING. Disetiap kesempatan masih harus memberikan pelajaran MORAL dan AHLAK kepadanya. Karena sejak kedatangannya dirinya telah membawa teman-teman yang luar biasa variasinya, seperti : yang pemabuk dan tak jelas juntrung asalnya, yang udah punya anak dan istri, bahkan sampe yang udah jadi duda beranak. Walau Mama ku yang telah berumur setengah abad ini tau semua itu hanya masuk kiri keluar kanan. Namun apa daye...?

3. Aku? Aku kebagian tugas sebagai kasir untuk membayar semua tagihan listrik dan air yang membengkak. Kenapa? Tiap pagi si PANTAT ANJING akan membuang lebih kurang 2 tong air (ukuran tong sampah besar) untuk menyiram kamar mandi, karena dirinya takut terkontaminasi kotoran dari kami para pembantu-pembantunya. Setelah itu sanyo akan terus hidup sepanjang hari, karena si PANTAT ANJING senantiasa akan mencuci tangan dan jari-jarinya yang oleh dirinya takut bersisik. Belum lagi biaya sabun mandi, deterjen, tissu, dan lainnya yang terbuang percuma begitu saja.

4. Ayoka, anakku yang kian bandel sejak kedatangan si PANTAT ANJING kebagian tugas jadi boneka mainannya saat pagi dan siang hari. Soalnya tamu agung kita ini mainnya malam sampe dini hari punya, macam kalong! Jadi kalo pagi sampe siang mendekam di motel aja.

Kita semua ga berdaya, ga bisa berontak, ga bole protes. Soalnya tamu agung kita ini punya ilmu dramatisasi tingkat tinggi yang sangat luar biasa sekali. Selain itu dirinya juga punya kemampuan diplomasi tingkat tinggi. Jadi kalo kita buat kesalahan sedikit saja, atau ada kata-kata yang kurang dienak di telinganya, maka siap-siap aja dapat musuh tambahan dari teman/sodara kita sendiri. Beberapa tahun yang lalu si kasir pernah mencoba menegurnya. Akibatnya FATAL! Karena datang telepon dari negeri seberang yang mengatakan kalau kita selaku pihak motel telah mencoba untuk MENGUSIR tamu agung kita! Sungguh tragis! Mungkin hanya TUHAN yang bisa menolong kita saat ini. Makanya saat ini kita sedikit lebih rajin berdoa. Semoga anda yang membaca tulisan ini juga ikut mendoakan kami. Terimakasih…

0 komentar:

Poskan Komentar