Setelah mendapat SMS dari Taiwan, aku memutuskan untuk segera berangkat ke Jakarta. Aku hanya mengikuti kata hatiku. Aku harus segera menolong dia, terlepas dari semua kesalahan dan masa lalu yang buruk, aku yakin dia sedang butuh pertolongan ku sekarang. Tak buang waktu, aku mencari tiket pesawat, tapi sialnya semua penerbangan penuh. Garuda sedang ada masalah, membuat semua penumpang beralih ke penerbangan lainnya. Harga tiket juga gila-gilaan! Untuk sekali jalan MDN-JKT harga tiket hampir mencapai 2 juta rupiah! FANTASTIK!
Kenapa hal ini harus terjadi pada saat ini? Aku terus menggerutu. Akhirnya pilihan jatuh ke airasia tujuan Bandung. Walau itu artinya perjalanan akan semakin lama, tapi setidaknya aku bisa berangkat besok. Tak ada waktu untuk membeli oleh-oleh, karena ini bukan perjalanan untuk hal itu, ini adalah perjalanan yang begitu mendesak.
Aku hanya mengirimnya sebuah SMS sebelum aku tidur, "Besok aku akan ke JKT, semoga kepergian ku ke JKT bisa membuktikan ke lu kalo selama ini aku sayang ke kamu...".
Aku berharap dia disana bisa sedikit lebih tenang menghadapi masalah pekerjaan yang diluar perkiraannya.
Keesokan harinya setelah makan siang, aku berangkat ke bandara diantar oleh istriku. Dia adalah orang yang begitu penting bagiku dalam setiap hal. Dia yang menjadi pendukung terbaikku selama ini. Aku berangkat dengan doanya.
Di atas pesawat jam sudah menunjukkan 15.09, itu artinya pesawat yang aku tumpangi seharusnya sudah mendarat di kota Bandung.
Tak lama ada pengumuman dari pilot, "Pesawat ini harus mendarat di Jakarta karena Bandung sedang cuaca buruk..."
Seisi pesawat mengeluarkan suara menggerutu dan mulai sibuk mengeluarkan telepon genggam dan kemudian mulai mengaktifkannya. Pada saat itu pesawat sudah mulai berbelok arah dan perlahan-lahan tampak kota Jakarta dan tak lama roda pesawat menyentuh Bandara Soekarno Hatta. Ya, aku tiba di Jakarta tanpa harus berhenti di Bandung! Ku keluarkan telepon genggam dari saku celanaku dan mulai mengetik pesan dan ku kirim kepada 3 orang : istri ku, abangku yang sudah menunggu ku di Jakarta, dan sepupu ku. Isinya : "Aku tak tau apakah Tuhan sedang bercanda atau sedang membantu ku saat ini. Tapi pilot mengatakan Bandung sedang cuaca buruk dan pesawat sekarang landing di Jakarta..."
bersambung...



0 komentar:
Poskan Komentar